Kediri – Seorang bayi laki-laki yang ditemukan oleh seorang penjual bubur di gerobak dagangannya dua bulan lalu, resmi diserahkan ke Pusat Pelayanan Sosial Anak Balita (PPSAB) Sidoarjo oleh Dinas Sosial Kabupaten Kediri.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan di Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, dalam kondisi masih memiliki tali pusar dan tanpa pakaian. Saat ditemukan, bayi memiliki berat badan 2,9 kilogram dan diletakkan di atas gerobak penjual bubur.
Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Sri Pancawati, menjelaskan bahwa bayi tersebut awalnya dibawa ke Puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Kediri karena kondisinya yang kurang sehat.
“Awalnya setelah ditemukan bayi sempat dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Bhayangkara karena kondisinya kurang sehat dan dirawat lebih dari satu bulan,” katanya.
Setelah mendapatkan perawatan intensif dan dinyatakan sehat, bayi tersebut akhirnya diserahkan kepada negara melalui Dinas Sosial Kabupaten Kediri dan diteruskan ke PPSAB Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Sri Pancawati menambahkan bahwa bagi masyarakat yang berminat mengadopsi bayi tersebut dapat langsung berkoordinasi dengan PPSAB.
“Biasanya, proses ini memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Jika dalam periode tersebut tidak ditemukan keluarganya, bayi bisa diadopsi,” ujar Sri Pancawati.
Namun, ia menegaskan bahwa proses adopsi baru bisa dilakukan jika bayi telah berusia lebih dari satu tahun. Hal ini bertujuan untuk memastikan bayi dalam kondisi sehat dan tidak memiliki kelainan.
“Jika semua persyaratan telah terpenuhi, maka proses adopsi akan dilakukan dengan prosedur yang ketat,” tambahnya. (AB)





Tinggalkan komentar