Foto : Pengurus PC PMII Jombang  saat audiensi dengan Kepala Kemenag Kabupaten Jombang, Jumat (8/2/2025) (istimewa)

Jombang –  Ketua Umum PC PMI Jombang, Asrorudin menyoroti isu sosial, terkhusus mentalitas anak muda yang hari ini sangat memprihatinkan. Hal ini disampaikannya saat melaksanakan audiensi ke kantor Kemenag Jombang, Jumat (7/2/2025).

Dalam kunjungannya ternyata langsung ditemui oleh Kepala Kemenag Jombang, Muhajir. Pertemuan itu membahas isu kepemudaan menjadi hal yang vital sehingga perlunya sinergitas dalam penguatan dakwah di kalangan Generasi Milenial hari ini.

“Bahaya radikalisme yang bisa menjadi bom waktu di kota santri. Kami ingin memasifkan edukasi pencegahan pada ruang kepemudaan, khususnya di kampus-kampus,” ungkap Asror sapaan akrabnya.

Di PC PMII Jombang juga menambahkan jika Kemenag sudah sangat baik dalam melakukan tugas dan fungsi terutama pada pembinaa kerukunan umat beragama hari ini. Mahasiswa mesti objektif melihat bahwa Kemenag dalam urusan ini sangat baik, dengan adanya Dua Desa yang dilebeli Desa Moderasi Beragama.

“Kita juga memambahkan jika menjaganya juga menjadi hal yang berat, sehingga penguatan-penguatan hingga penambahan desa-desa moderasi bergama sangat mungkin bisa menjadi program yang baik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jombang, Muhajir sangat mengapresiasi inisiatif PMII yang telah menggagas program Sekolah Kebangsaan dan Keislaman dalam rangka Penguatan Dakwah pada Generasi Milenial.

“PMII sudah memberikan satu langkah baik, dan tentunya kita siap bersinergi. Tinggal dimodifikasi dan dikolaborasikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pihak lainnya,” paparnya.
 
Muhajir juga mengungkapkan ide-ide inovatif untuk mendukung pendidikan mental dan moral di Jombang, salah satunya adalah mengadakan sekolah tersebut.

“Komitmennya untuk terus mendukung program-program keagamaan yang inklusif dan relevan. Mari bersama-sama kita bangun masyarakat yang harmonis dan religius di Jombang,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar

Sedang Tren