Trenggalek – Pemkab Trenggalek saat ini melakukan pembahasan pengelolaan sampah untuk menarik Investor masuk ke Kab. Trenggalek. “Dari pembahasan awal Pemda Trenggalek memberikan keleluasaan pertimbangan terhadap investor apakah cocok untuk berinvestasi di Trenggalek atau tidak,” Edi Santoso, Kepala Ddinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kab. Trenggalek, saat dikonfirmasi oleh tim media Korandigital.id (31/1).

Direct Foreign Investment (FDI) atau Penanaman Modal Asing (PMA) untuk berinvestasi di Kab. Trenggalek, Jawa Timur, saat ini mulai terdapat titik terang. Pasalnya Investor Asing, dari Concentric Industries telah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Pemkab Trenggalek dalam pengelolaan sampah di Kab. Trenggalek pada kamis sebelumnya (30/1).

Kepala DPMPTSP Kab. Trenggalek, Edi Santoso yang mendampingi investor dari Concentric Industries ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah Srabah Kec. Bendungan Kab. Trenggalek, menyampaikan kegiatan hari ini merupakan langkah awal untuk menjalin kesepakatan kerjasama antara Pemkab Trenggalek dengan Concentric Industries selaku PMA yang rencananya akan melakukan pemrosesan sampah menjadi energi listrik. “Ada ketertarikan PMA, Concentric Industries yang mau berinvestasi untuk pengelolaan sampah TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Srabah, Kec. Bendungan,” ungkapnya.

Edi menambahkan dari hasil koordinasi dengan pihak Investor untuk kebutuhan sampah perhari antara 150 s/d 300 ton. Sedang di TPA Srabah, Panggul dan Watulimo jika terkumpul perkiraan dalam sekitar 100 ton/hari. “Kami berkeyakinan kegiatan ini akan berhasil selama semua stakeholder yang punya komitmen pengolahan sampah saling mendukung. Perhutani selaku yang punya lahan bisa mengeluarkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) dan PLN yang berusaha listrik selalu apotekernya,” imbuhnya.

Selain itu, ada investor dalam negeri yang juga bersaing untuk investasi di sektor yang sama. “Sudah ada proposal dari Concentric Industries yang masuk, namun mengingat tonase sampah yang diolah cukup besar tidak hanya dari Trenggalek tapi juga dari kabupaten sekitarnya, yaitu Tulungagung dan Ponorogo, untuk mencukupi kebutuhan,” lanjut Edi. “Terlepas dari Investor asing (Concentric Industries) yang patut kita banggakan adalah adanya dukungan dari investor lokal yang juga mendukung dalam kerjasama ini. Dengan adanya investor lokal tentu akan sangat mendukung utamanya dalam pemenuhan kebutuhan sampah untuk memenuhi target produksi”, pungkasnya. (AR)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren