TRENGGALEK – Kepala Dinas Perindustrian, Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disperinakertrans) Kab. Trenggalek, Heri Yulianto mengatakan banyak calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Trenggalek yang ingin bekerja di Jepang atau Korsel, namun tidak sedikit yang mengalami kendala berangkat karena keterbatasan akses. Mulai dari waktu tunggu berangkat sampai bertahun-tahun, namun masih saja belum bisa berangkat.

Dengan alasan itu, pihaknya menfasilitasi minat Masyarakat Trenggalek untuk bekerja di Luar Negeri khususnya Jepang dan Korea Selatan. “Pemkab Trenggalek melalui Disperinakertrans Kab. Trenggalek telah melakukan program kolaborasi bersama BPR Jwalita,” kata Heri. “Terobosan itu berupa program fasilitas kredit bagi warga yang ingin menjadi PMI atau biasa disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak memiliki biaya atau modal. Kebutuhan tenaga kerja di Jepang dan Korea Selatan saat ini merupakan kesempatan baik yang bisa diambil”. ujar Heri, saat dikonfirmasi oleh Tim Korandigital.id.(31/1)

Dalam menghadapi krisis tenaga kerja, Pemerintah Jepang membutuhkan tenaga kerja asing termasuk Indonesia, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi mereka. Dari data bulan Oktober 2024, Jumlah pekerja asing di Jepang meningkat lebih dari empat kali lipat dalam 15 tahun terakhir sebanya 2,05 juta pekerja, atau sekitar 3 persen dari total tenaga kerja. Sementara itu pada Januari 2025, jumlah PMI yang bekerja di Jepang mencapai 121.507 orang. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesi menargetkan 70 ribu tenaga kerja ahli dikirim ke Jepang, dalam kurun waktu 5 tahun mendatang. Target tersebut untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) untuk bekerja di Jepang.

“Kab. Trenggalek pada tahun 2024 merupakan daerah pengirim PMI terbesar ke 8 di Prov. Jawa Timur, dengan total sebanyak 1.880 orang dan mayoritas penempatan di Taiwan dan Hongkong pada sektor informal. Sedangkan untuk PMI ke Jepang hanya 15 orang.” tambah Heri. “Dalam proses penempatan, PMI akan menggunakan Visa Kerja atau Tokute Ginou melalui P3MI Intersolusi Indonesia.”

Bantuan Kredit Bagi Calon PMI
Senada disampaikan Didik Saguh Wiyoso dari jajaran BPR Jwalita “PT BPR Jwalita Trenggalek telah memiliki produk Kredit Pekerja Migran Indonesia (Kredit PMI) yang merupakan program kredit bagi calon PMI. Program tersebut merupakan pembiayaan yang khusus diberikan kepada calon PMI ke luar negeri, terutama untuk memenuhi kebutuhan biaya penempatan ke negara tujuan.”

Terdapat 2 Jenis Pembiayaan Bagi Calon PMI

  1. Program G to G, bisa mengajukan permohonan kredit hingga Rp. 50 juta, jangka waktu 6 bulan.
  2. Program P to P, bisa mengajukan permohonan kredit hingga Rp. 100 juta, jangka waktu 12 bulan.

Lebih lanjut Didik menegaskan jika BPR Jwalita siap bekerjasama dengan P3MI manakala Calon PMI kesulitan terkait pembiayaan keberangkatan. “Tentunya pembiayaan itu berupa dana talangan bagi calon PMI yang telah mendapatkan persetujuan dari keluarga atas jaminan yang diberikan,” jelasnya.

Upaya Sosialisasi Pada Sasaran Tenaga Kerja PMI
Dalam upaya menjalankan program tersebut, Disperinaker Kab. Trenggalek bersama dengan penyalur tenaga kerja serta jajaran BPR Jwalita untuk melaksanakan sosialisasi di SMK Negeri 2 Trenggalek. Masrur Hanafi, selaku Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Trenggalek mengatakan berharap para wali murid lulusan SMK Negeri 2 Trenggalek dapat memberikan motivasi dan semangat kepada putra-putrinya yang ingin bekerja sesuai bidangnya.

“Kesempatan itu sekarang sudah didepan mata, semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” ujar Masrur. “Dengan hadirnya Pemkab Trenggalek melalui Disperinakertrans, legalitas pengantar kerja, ada LPK yang menyiapkan softskill, juga ada P3MI yang akan menempatkan dan terakhir ada perbankan yang akan membantu pembiayaan sudah sangatlah lengkap. Ini merupakan peluang bagi, SMKN yang ingin melakukan revitalisasi, apalagi target 80 persen lulusannya harus terserap. Jadi secepatnya kesempatan ini akan kita realisasikan,” jelas Masrur. “Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah melakukan Sosialisasi Kerja ke Jepang dan Korea Selatan bersama-sama dengan LPK Solusi Terampil Global, PT. Intersolusi Indonesia, BPR Jwalita dan SMK Negeri 2 Trenggalek. Kegiatan Sosialisasi itu dilaksanakan kepada 2.020 wali murid di Lapangan SMK Negeri 2 Trenggalek.” AR

Tinggalkan komentar

Sedang Tren