Trenggalek-Surat Edaran Pembelajaran Ramadhan 2025 beberapa waktu belakangan ini, sempat beredar wacana mengenai kemungkinan libur sebulan penuh selama bulan Ramadhan 2025. Pada 20 Januari 2025, surat edaran pembelajaran Ramadhan 2025 yang terbaru akhirnya ditandatangani dan memberikan kejelasan untuk seluruh masyarakat terkait libur sekolah. Surat edaran bersama yang dibuat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri tersebut memutuskan, kegiatan pembelajaran di bulan Ramadhan tidak akan diliburkan selama sebulan penuh. Sebagai gantinya, pembelajaran akan dilaksanakan secara mandiri pada tanggal 27-28 Februari serta 3-5 Maret 2025.

Surat edaran ini juga di terapkan kabupaten Trenggalek yang mana hal itu di tanggapi langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kab. Trenggalek, Drs.Agoes Setiyono (23/1) bahwasanya Kab. Trenggalek menerapkan sesuai surat edaran menteri tersebut. ”Kami juga menerapkan regulasinya sesuai surat edaran menteri” ungkapnya.

Selanjutnya, pembelajaran di sekolah Berdasarkan Surat Edaran Bersama 3 Menteri (SEB 3 Menteri) yang diteken hari ini Selasa (20/01/2024), berikut ini adalah jadwal libur sekolah pada Bulan Ramadhan 2025 mendatang.

27-28 Februari 2025: Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.
1-2 Maret 2025: Libur akhir pekan.
3-5 Maret 2025: Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan.
6-25 Maret 2025: Kegiatan pembelajaran dilaksanakan di sekolah/madrasah/satuan pendidikan keagamaan. Selain pembelajaran, dianjurkan melaksanakan kegiatan yang meningkatkan iman dan takwa, akhlak mulia, kepemimpinan, dan kegiatan sosial.
26-28 Maret 2025: Libur bersama Idul Fitri.
2-4 April 2025: Libur bersama Idul Fitri.
7-8 April 2025: Libur bersama Idul Fitri.
9 April 2025: Kegiatan pembelajaran di sekolah.

Dengan demikian peran semua komponen pendidikan baik pemerintahan maupun masyarakat dan keluarga bisa di mulai dari.

  1. Peran Pemerintah Daerah:
    a. Menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani oleh sekolah.
    b. Menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah selama bulan Ramadan.
  2. Peran kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi/Kabupaten/Kota:
    a. Menyiapkan perencanaan kegiatan pembelajaran selama bulan Ramadan untuk dipedomani madrasah/ satuan pendidikan keagamaan.
    b. Menyelaraskan waktu pelaksanaan kegiatan pembelajaran di madrasah/ satuan pendidikan keagamaan selama bulan Ramadan.
  3. Peran orang tua/wali:
    a. Orang tua/wali membimbing dan mendampingi peserta didik dalam melaksanakan ibadah.
    b. Memantau peserta didik pada saat melaksanakan kegiatan belajar mandiri. (AR)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren