Trenggalek – Penyakit Mulut Dan Kuku (singkat PMK; bahasa Inggris foot-and-mouth disease, atau disingkat FMD) adalah penyakit hewan yang sangat menular akibat infeksi virus penyakit mulut dan kuku (FMDV). Penyakit ini dicirikan oleh luka (berupa lepuh dan/atau erosi) di bagian mulut dan kuku pada hewan berkuku belah, seperti sapi dan babi. Di tingkat nasional dan internasional, PMK merupakan penyakit hewan lintas batas yang penting karena memiliki dampak ekonomi yang signifikan dan bersifat sangat menular. Rentang spesies inang yang luas, dosis infeksius yang rendah, kemampuan virus bertahan di lingkungan, serta eksresi virus oleh hewan sebelum munculnya tanda klinis merupakan hal-hal yang menyebabkan PMK mampu menyebar dengan cepat dan luas. Wabah ini saat ini pun telah masuk ke wilayah Kab. Trenggalek yang mana penyebaran virus mulai sangat masif.

Kejadian ini direspon cepat oleh Pemkab Trenggalek melalui Dinas Peternakan Kab. Trenggalek. Adapun salah satu langkah dilakukan yaitu memberikan bantuan vaksinasi untuk mengurangi atau menanggulangi penyebaran virus PMK. Salah satu pemberian vaksinasi dilaksanakan pada hari ini (21/1), tepatnya di desa Ngares Kec. Trenggalek. Vaksinasi dilakukan kepada 70 ekor sapi milik masyarakat.

“Hari ini Dinas Peternakan dan Pemerintah Desa Ngares melakukan sidak hewan ternak warga terutama jenis hewan sapi. Hasil sidak ini ditindaklanjuti dengan pemberian vaksin pada 70 ekor sapi dan vitamin untuk daya tahan tubuh sapi”, ujar Kepala Desa Ngares, Jumari (21/1). Kendati demikian masyarakat harus tetap menjaga kebersihan lingkungan kandang dan sering mengontrol hewan ternaknya. Pasalnya vaksinasi diberikan hanya untuk hewan ternak yang dalam keadaan sehat. “Vaksin dan vitamin ini diberikan kepada hewan ternak yang dalam keadaan sehat karena konteks vaksinasi ini tujuannya untuk mencegah penyebaran virus”, imbuh Jumari. (AR)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren