Demak – Kabupaten Demak yang dikenal dengan warisan budayanya yang kaya, kembali menghidupkan tradisi leluhurnya dengan berbagai perhelatan seni, bertempat di Alun-alun Demak dengan panggung megah, dengan tajuk Pekan Budaya Daerah, Sabtu (27/4)
Gelaran tersebut diresmikan oleh, Sekda Demak Akhmad Sugiharto, yang mana Ia menyebut bukan hanya sekedae perayaan namun juga upaya untuk melestarikan budaya.
“Pekan Kebudayaan Daerah bukan hanya sekedar perayaan, tetapi juga merupakan upaya untuk membangkitkan semangat generasi muda dalam melestarikan budaya,” ucapnya.
Ia melanjutkan bahwa acara ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Tari Sedunia, yang bertujuan untuk menyatukan berbagai etnis, suku, agama dan latar belakang politik melalui tarian.
Sementara itu, Haris Wahyudi Ridwan dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa dengan penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Daerah diharapkan muncul generasi muda, seniman dan budayawan untuk berkreasi lebih.
“Adapun tujuannya untuk mendorong generasi muda melestarikan budaya melalui tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur,” ungkapnya
Acara tersebut pun berlanjut 2 hari (Sabtu dan Minggu) dengan berbagai pertunjukan tari dari 21 sanggar yang akan berakhir dengan tarian kolosal. Forkopimda pun berkesempatan menari Perahu Layar bersama para penari sebagai tarian pembuka (Nungki)





Tinggalkan komentar