Kediri, RJTVS.com – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri mengaku, mencatat baru ada 27 calon jemaah haji yang melakukan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) sejak dibuka pendaftaran 10 Januari 2024 lalu.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kota Kediri Tjitjik Rahmawati mengatakan, minimnya jumlah pelunasan Bipih karena jemaah harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat istitha’ah terlebih dahulu.

“Insya Allah karena istitha’ah belum keluar. Karena step by step,” kata Tjitjik Rahmawati pada Selasa (23/1/2024).

Tjitjik menjelaskan alur cek kesehatan tersebut. Pertama, jemaah haji harus ke labkesda terlebih dahulu. Dari labkesda, jemaah datang ke RS Kilisuci. Lalu balik ke labkesda untuk ambil hasil labnya. Setelah itu baru mereka ke puskesmas sesuai domisili. Selang dari itu menunggu istitha’ah dari kesehatan.

Tjitjik memastikan untuk tes kesehatan calon jemaah haji tahun ini tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Tetapi untuk lebih rincinya, menjadi wewenang dari Dinas Kesehatan setempat.

Kemenag Kota Kediri ini sudah membuka layanan pelunasan Bipih mulai 10 Januari 2024 lalu hingga 7 Februari 204 mendatang. Pihaknya berharap seluruh jemaah bisa segera melakukan pelunasan.

Data Kemenag Kota Kediri total, CJH 1445H/2024 M di Kota Kediri sebanyak 256 orang.  Sementara tahun 2023 sebanyak 329 orang.

Jumlah calon jemaah haji tahun ini masih bisa bertambah. Pasalnya, belum termasuk jemaah cadangan. Untuk kuota jemaah cadangan, Kemenag Kota Kediri masih menunggu update data dari Kementerian Agama RI. (AB)

Tinggalkan komentar

Sedang Tren