Kediri, RJTVS.com – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memberikan apresiasi kepada Marga Cistha, guru honorer di Kabupaten Kediri yang pernah viral, rela membelikan peralatan sekolah siswanya dengan gaji yang hanya Rp200 ribu.
Marga Cistha, tercatat sebagai pengajar di SD Negeri Tiru Lor 2, Kecamatan Gurah sejak tahun 2021. Dia kerap membagikan kesehariannya bersama murid-muridnya ke media sosial TikTok. Termasuk saat membelikan alat-alat untuk siswa dari gajinya itu.
Kemarin, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Praman yang terus memperhatikan unggahan-unggahan Marga, memanggilnya ke ruang kerjanya di Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri.
“Bagaimana mas kok bisa keren banget itu, gimana ceritanya sampai belikan anak anak peralatan sekolah?,” tanya Mas Dhito, memulai pertemuannya, seperti tertulis dalam rilis yang diterima redaksi, pada Selasa (16/1/2024). Dalam pertemuan itu ia didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin dan kepala sekolah di tempatnya mengajar.
Marga pun mengisahkan perjalanannya selama menjadi guru honorer. Di sekolah, sejak awal mengajar Marga melihat ada siswanya mengenakan sepatu rusak. Dalam batin, sang guru merasa iba, hingga muncul niatan membelikan siswanya sepatu.
“Saya sisihkan gaji untuk membelikan sepatu,” cerita Marga.
Sebagai guru honorer, Marga waktu itu mendapatkan gaji Rp200 ribu/bulan. Meski gajinya tak seberapa, ketulusannya dalam membantu membelikan peralatan sekolah siswanya tak berhenti.
Setiap hari bertemu, dia semakin mengetahui kondisi anak didik di sekolahnya. Tak hanya sepatu, kadang dia membelikan buku, tas maupun peralatan sekolah lain kepada para siswanya.
Konten yang dibagikan di TikTok pribadinya pun lambat laun dilihat banyak orang. Bahkan diakui bantuan yang disalurkan kini kerap datang dari para follower, maupun endorse yang masuk.
“Yang mau donasi biasanya DM ke saya mau bantu misal alat tulis nanti dikirim ke alamat saya,” ucap Marga.
Tidak hanya kepada siswa di sekolah tempatnya mengajar, bantuan juga disalurkan bagi para siswa sekolah lain di Kabupaten Kediri.
Tak terbatas peralatan sekolah, bantuan juga diwujudkan uang saku, sepeda maupun yang lain menyesuaikan kebutuhan siswa. Bahkan, sempat bantuan diberikan dalam bentuk komputer untuk sekolah termasuk renovasi rumah siswa.
Mendengar cerita itu, Mas Dhito bangga dan kagum dengan perjuangan yang dilakukan guru honorer itu. Tanpa campur tangan pemerintah, karena empatinya yang tinggi, Marga telah banyak membantu para siswa.
“Saya perlu orang yang bisa bekerja dengan ikhlas dan jujur, punya integritas,” ungkap Mas Dhito.
Melihat nilai positif dan semangat pengabdian yang dilakukan, Mas Dhito menawari Marga untuk bergabung dalam tim yang membantu dirinya di Pemerintah Kabupaten Kediri. Pun begitu, Marga tetap tidak dibatasi ketika masih berkeinginan untuk mengajar.
“Saya ingin angkat jenengan sebagai tenaga ahli bupati,” kata Mas Dhito memberikan tawaran.
Mendapat tawaran dari Mas Dhito, Marga pun mengaku bersedia bergabung sebagai tenaga ahli bupati.
Dengan kesediaan yang disampaikan, Mas Dhito berharap Marga nantinya dapat ikut membantu dalam mencari solusi atas persoalan yang harus dihadapi di pemerintahan. Tidak terbatas pada sektor pendidikan.
“Senang mendapatkan tawaran itu, semoga nanti bisa mendukung program beliau dan bisa membantu masyarakat yang lebih luas lagi,” ucap Marga. (AB)





Tinggalkan komentar